Menu

Mode Gelap

Berita · 28 Agu 2023 23:33 WIB

7 Efek Jangka Panjang Kerja Shift Malam bagi Kesehatan


 Para pekerja ketika malam hari. [Sumber Foto:Google] Perbesar

Para pekerja ketika malam hari. [Sumber Foto:Google]

Situbondo, Publikapost.com – Seiring perkembangan zaman manusia dituntut untuk bergerak cepat dalam segala hal terutama pekerjaan. Pelbagai bidang ada yang memberlakukan jam malam untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Namun hal tersebut berdampak kepada kesehatan seorang pekerja dan memberikan efek buruk di masa depan.

Dampak kerja shift malam yang paling umum yakni membuat Anda kesulitan tidur nyenyak dan mengalami kelelahan yang tidak berangsur hilang. Rutinitas ini juga bisa menimbulkan masalah kesehatan lain, seperti gangguan pencernaan dan bahkan meningkatkan risiko cedera atau kecelakaan di lingkungan kerja. Pada akhirnya, kerja shift malam bisa menurunkan kualitas hidup dan produktivitas kerja Anda.

Menukil hellosehat.com, berikut dampak kesehatan jangka panjang dari kerja shift malam:

1. Penyakit kardiovaskular

Penelitian menemukan bahwa risiko penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) bisa meningkat pada pekerja shift malam.

Para peneliti dari Harvard Medical School menyebutkan bahwa wanita yang bekerja malam hari memiliki risiko terkena penyakit jantung koroner sekitar 15–18% lebih tinggi.

Risiko penyakit ini jadi lebih tinggi bila mereka melakukan kerja malam lebih dari 10 tahun.

2. Diabetes dan gangguan metabolik

Studi dalam jurnal Occupational and Environmental Medicine (2014) menemukan pekerja shift malam berisiko 42% lebih tinggi mengalami diabetes melitus tipe 2 daripada pekerja harian.

Rutinitas ini juga terkait dengan sindrom metabolik, yakni kombinasi masalah kesehatan yang ditandai dengan obesitas, hipertensi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

Beberapa hal tersebut merupakan faktor risiko untuk diabetes, serangan jantung, dan stroke. Risiko gangguan metabolik tiga kali lebih tinggi pada orang yang bekerja shift malam.

3. Gangguan pencernaan

Kerja shift malam dapat mengganggu ritme sirkadian sehingga berdampak negatif pada sistem pencernaan.

Kurangnya waktu tidur dan pola makan pekerja shift malam yang buruk dapat mengakibatkan penurunan produksi enzim pencernaan, perubahan kadar hormon, dan perlambatan gerak usus.

Kombinasi hal-hal tersebut dapat menyebabkan gangguan berupa perut kembung, sembelit, diare, tukak lambung, hingga refluks asam lambung

4. Obesitas

Pola makan yang buruk dan kurangnya olahraga mungkin menyebabkan kelebihan berat badan hingga obesitas pada beberapa pekerja malam hari.

Selain itu, ketidakseimbangan hormon leptin dalam tubuh tampaknya juga berpengaruh besar terhadap berat badan.

Hal ini karena kerja shift malam tampaknya menurunkan tingkat leptin. Akibatnya, Anda sering merasa lapar dan makan lebih banyak dibandingkan dengan pekerja harian.

5. Depresi dan gangguan mood

Pekerja shift lebih rentan mengalami gejala depresi, termasuk perasaan sedih, mudah marah, kelelahan, kurangnya energi, hingga kesulitan untuk fokus dan konsentrasi.

Rutinitas ini juga memengaruhi zat kimia otak secara langsung. Pekerja malam cenderung memiliki tingkat serotonin yang lebih rendah, padahal serotonin berperan dalam mengatur suasana hati.

Akibatnya, mereka mudah mengalami gangguan suasana hati yang cukup parah, baik perasaan sedih, marah, atau keduanya secara bergantian.

6. Masalah kesuburan dan kehamilan

Salah satu risiko kesehatan bagi wanita yang bekerja shift malam adalah gangguan kesuburan.

Studi dalam Frontiers in Public Health (2020) menemukan wanita berusia 35 tahun atau kurang yang bekerja malam hari cenderung membutuhkan perawatan kesuburan.

Hal ini juga terkait dengan meningkatnya risiko komplikasi persalinan, kelahiran prematur, bayi lahir berat badan rendah, endometriosis, serta menstruasi yang tidak teratur dan menyakitkan.

7. Meningkatnya risiko kanker

International Agency for Research on Cancer (IARC) telah menggolongkan pekerjaan waktu malam sebagai salah satu faktor yang meningkatkan risiko penyakit kanker pada manusia.

Penelitian yang melibatkan 966 perawat wanita ini menemukan bahwa bekerja malam hari bisa meningkatkan risiko kanker payudara, terutama pada wanita berusia dewasa muda.

Pada pria, kerja shift malam bisa meningkatkan risiko kanker kolorektal dan prostat. Akan tetapi, risiko kanker cenderung terjadi bertahun-tahun setelah bekerja shift, mungkin selama 20 tahun.

Salah satu cara menjaga kesehatan pekerja shift malam adalah dengan mengatur jadwal aktivitas Anda.

Bila memungkinkan, coba diskusikan jadwal kerja Anda dengan perusahaan tempat Anda bekerja. Anda mungkin bisa mengajukan supaya Anda tidak mendapatkan jadwal shift malam selama beberapa hari berturut-turut.

Selain itu, Anda juga perlu melakukan perubahan gaya hidup, misalnya memastikan jam tidur Anda cukup pada siang hari, menerapkan pola makan sehat, dan membatasi asupan kafein.

Artikel ini telah dibaca 344 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Melakukan Perlawanan, 1 Dari 5 Pelaku Begal Casis Bintara Polri Ditembak Polisi

22 Mei 2024 - 22:14 WIB

Dua Buronan Beda Propinsi Diamankan Oleh Tim Tabur Intelejen  Kejati Sulsel, Kajati Agus Salim Beri Apresiasi

22 Mei 2024 - 20:34 WIB

Mafia Tanah Merampas Hak Milik Atas Tanah Warisan Suku Jambak

22 Mei 2024 - 19:11 WIB

Pengukuhan dan Pelantikan DPC IWAPI Padang Pariaman Periode 2024-2029

22 Mei 2024 - 19:06 WIB

Aksi Unjuk Rasa Menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran Bergema di Seluruh Negeri

22 Mei 2024 - 19:01 WIB

Tolak Revisi UU Penyiaran : Perlawanan untuk Kebebasan Pers Wartawan Bersatu Banjarnegara menggelar aksi damai

22 Mei 2024 - 18:54 WIB

Trending di Berita