Menu

Mode Gelap

Berita Β· 26 Apr 2024 17:21 WIB

Buntut Konten Dugaan Penistaan Agama di Media Sosial, Seorang Tiktoker Ditangkap Polda Metro Jaya


 Konferensi Pers Dugaan Penistaan Agama Perbesar

Konferensi Pers Dugaan Penistaan Agama

Jakarta, Publikapost.com – TikTokers Galih Noval Aji Prakoso atau yang lebih dikenal dengan Galih Loss ditangkap Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terkait konten di media sosial miliknya terkait dugaan penistaan agama.

Berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP/A/34/IV/2024/SPKT.DITKRIMSUS/POLDA METRO JAYA tertanggal 22 April 2024. Galih ditangkap polisi di Jalan Kampung Burangkeng, Setu, Bekasi, Jawa Barat, pada hari Senin (22/04/24) sekira pukul 23.00 WIB.

Galih yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut ditampilkan mengenakan baju tahanan Polda Metro Jaya berwarna oranye dengan tangan terikat kabel ties menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Islam atas konten yang dibuatnya.

β€œSaya di sini ingin meminta maaf kepada seluruh umat muslim atas kejadian yang telah saya buat dan membuat kegaduhan di sosial media,” kata Galih di Polda Metro Jaya, Jum’at (26/04/24).

Galih mengklaim konten yang dibuat dan diunggah ke media sosial TikTok miliknya dengan nama pengguna @galihloss3 yang bermuatan video tebak-tebakan darinya kepada seorang bocah terkait hewan yang bisa mengaji hanya untuk menghibur.

β€œTujuannya untuk menghibur,” ucap Galih.

Atas kasus hukum yang menimpa dirinya, Galih berjanji ke depannya akan membuat konten di media sosial yang lebih positif.

β€œSaya menyesali semua kejadian tersebut dan saya berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut dan saya akan membuat video yang lebih positif lagi ke depannya. Sekali lagi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Mungkin itu saja dari saya. Terima kasih,” ujarnya.

Keterangan Galih Tersangka Dugaan Penistaan Agama

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Indradi mengungkapkan video tersebut viral dan menimbulkan kontroversi. Galih Loss dinilai menghina agama karena menghubungkan lafaz taaawuz dengan hewan. Diketahui konten tersebut dibuat di wilayah Mustikajaya, Kota Bekasi, pada 17 April 2024.

“Video ini cukup viral di mana mendapatkan komplain karena telah dianggap menyinggung salah satu agama di mana masyarakat Indonesia ini mayoritas Islam karena dianggap telah menghina ucapan kata ta’awudz yang dihubungkan dengan salah hewan,” ungkapnya.

Kabid Humas PMJ menuturkan dari laporan yang diterima, polisi menyelidiki video tersebut dan kemudian menangkap Galih Loss di Setu, Kabupaten Bekasi.

“Penangkapan dilakukan oleh Tim Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Kemudian melakukan upaya paksa penangkapan kepada saudara GNP dan kemudian setelah dilakukan penangkapan, ternyata diketahui bahwa saudara GNP inilah yang membuat dan menguasai akun TikTok dengan nama @galihloss3,” tuturnya.

Barang Bukti Disita Polda Metro Jaya

Kabid Humas PMJ menerangkan Galih Loss mengakui dan menyadari konten yang dibuatnya telah menimbulkan kegaduhan. Dari hasil pemeriksaan akhirnya pihak kepolisian menaikkan status Galih sebagai tersangka.

“Kemudian GNP ini juga telah mengakui dan secara sadar bahwa dirinya telah membuat konten video dengan memplesetkan dan menyamakan kalimat ta’awudz dengan suara hewan serigala,” terangnya.

Kabid Humas PMJ menjelaskan setelah itu akhirnya dilakukan upaya pemeriksaan lebih lanjut dari penyidik di Subdit Cyber, sehingga akhirnya kami sepakat bahwa tersangka ini dapat dinaikan statusnya menjadi tersangka dan kemudian pada saat ini dilakukan penahanan oleh Subdit Cyber Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

“Dalam kasus tersebut, tersangka Galih dijerat dengan sangkaan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP),” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Melakukan Perlawanan, 1 Dari 5 Pelaku Begal Casis Bintara Polri Ditembak Polisi

22 Mei 2024 - 22:14 WIB

Dua Buronan Beda Propinsi Diamankan Oleh Tim Tabur IntelejenΒ  Kejati Sulsel, Kajati Agus Salim Beri Apresiasi

22 Mei 2024 - 20:34 WIB

Mafia Tanah Merampas Hak Milik Atas Tanah Warisan Suku Jambak

22 Mei 2024 - 19:11 WIB

Pengukuhan dan Pelantikan DPC IWAPI Padang Pariaman Periode 2024-2029

22 Mei 2024 - 19:06 WIB

Aksi Unjuk Rasa Menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran Bergema di Seluruh Negeri

22 Mei 2024 - 19:01 WIB

Tolak Revisi UU Penyiaran : Perlawanan untuk Kebebasan Pers Wartawan Bersatu Banjarnegara menggelar aksi damai

22 Mei 2024 - 18:54 WIB

Trending di Berita