Menu

Mode Gelap

Berita · 22 Apr 2023 23:59 WIB

Dua Orang Tewas Terbunuh Oleh Penembak Saudi di Yaman


 Ilustrasi (Kredit Foto Fayez Nureldine/AFP/Getty Images) Perbesar

Ilustrasi (Kredit Foto Fayez Nureldine/AFP/Getty Images)

Publikapost.com-Koalisi yang dipimpin Saudi telah menewaskan dua orang dan melukai empat orang di Yaman setelah menembaki distrik perbatasan Shada beberapa kali selama 24 jam, di lansir dari TV Al-Masirah melaporkan pada 22 April 2023.

Pada malam tanggal 21 April, koalisi Saudi menembakkan puluhan peluru ke arah distrik perbatasan provinsi Saada di Yaman utara, menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya.

Awal tanggal 22 April, koalisi meluncurkan 20 mortir tambahan di wilayah yang sama, menewaskan satu orang lagi dan melukai lainnya.

Daerah perbatasan telah menjadi sasaran penembakan dan penargetan langsung terhadap warga sipil, mengakibatkan kematian dan luka-luka, berkali-kali sejak awal tahun, meskipun gencatan senjata diperbarui pada Oktober tahun lalu.

Pada 11 April, penembakan koalisi pimpinan Saudi di distrik perbatasan Monabbih di provinsi Saada menewaskan satu orang dan melukai sepuluh lainnya.

Seminggu yang lalu, sumber militer di pemerintahan pimpinan Ansarallah di Sanaa mengklaim pasukan koalisi Saudi telah melakukan 60 pelanggaran baru terhadap Perjanjian Hodeidah.

Ini termasuk sembilan serangan oleh pesawat pengintai koalisi Saudi di distrik Hays, selatan provinsi pesisir barat Yaman Hodeidah, kata sumber itu.

Perjanjian Hodeidah ditandatangani pada Januari 2019 dan menyerukan gencatan senjata yang dipantau PBB dan pengerahan kembali pasukan bersama dari kota Hodeidah dan pelabuhan Hodeidah, Salif, dan Ras Issa.

Serangan koalisi Saudi terjadi tak lama setelah Mahdi al-Mashat, kepala Dewan Politik Tertinggi gerakan Ansarallah, menuduh AS menghalangi upaya perdamaian di Yaman dengan memberikan tekanan pada negara-negara koalisi pimpinan Saudi.

Dalam pidatonya pada kesempatan Idul Fitri, Mashat menyatakan bahwa “Amerika Serikat berusaha menghalangi upaya perdamaian dan tidak ingin menyelesaikan masalah kemanusiaan.

Bukan kepentingan Riyadh dan kawasannya untuk tunduk pada tekanan Amerika.” Serangan di Saada juga terjadi setelah delegasi Saudi berpartisipasi dalam pembicaraan damai selama seminggu dengan para pemimpin Ansarallah mulai 8 April, yang digambarkan kedua belah pihak sebagai positif, dan menyebabkan pertukaran 900 tahanan.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Melakukan Perlawanan, 1 Dari 5 Pelaku Begal Casis Bintara Polri Ditembak Polisi

22 Mei 2024 - 22:14 WIB

Dua Buronan Beda Propinsi Diamankan Oleh Tim Tabur Intelejen  Kejati Sulsel, Kajati Agus Salim Beri Apresiasi

22 Mei 2024 - 20:34 WIB

Mafia Tanah Merampas Hak Milik Atas Tanah Warisan Suku Jambak

22 Mei 2024 - 19:11 WIB

Pengukuhan dan Pelantikan DPC IWAPI Padang Pariaman Periode 2024-2029

22 Mei 2024 - 19:06 WIB

Aksi Unjuk Rasa Menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran Bergema di Seluruh Negeri

22 Mei 2024 - 19:01 WIB

Tolak Revisi UU Penyiaran : Perlawanan untuk Kebebasan Pers Wartawan Bersatu Banjarnegara menggelar aksi damai

22 Mei 2024 - 18:54 WIB

Trending di Berita