Menu

Mode Gelap

Berita ยท 20 Sep 2023 22:03 WIB

Konflik Masyarakat Pulau Rempang Batam, Team Libas Bersama Masyarakat “Bersatu Lawan Ketidakadilan


 Doto Anggot Ormas Libas Perbesar

Doto Anggot Ormas Libas

Riau, Publikapost.com – Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Kemasyarakatan Light Independent Bersatu (Team Libas) turut ikut serta melawan ketidakAdilan terhadap masyarakat sebagaimana telah terjadi konflik antara masyarakat Pulau Rempang dengan Pemerintah yang berencana membangun proyek Rempang Eco City yang masuk dalam Program Strategis Nasional.

Berkaitan dalam hal ketidak adilan pemerintah daerah dan pemerintah pusat yang menindas dan merampas hak masyarakat di pulau Rempang batam, kepulauan Riau (Kepri)

Ketua umum Team Libas menyayangkan peristiwa terjadinya konflik bahkan penindasan terhadap hak masyarakat bangsa melayu dipulau Rempang Kepulauan Riau, Batam.

Ketua umum Organisasi Team Libas berharap pemerintah dapat menghentikan segala macam kekerasan serta intimidasi dan ketidakadilan terhadap masyarakat.

“Kita meminta kepada pemerintah pusat agar berperilaku adil terhadap masyarakat di tanah Air ini. Sebab, jika konflik ini dibiarkan terus menerus maka akan bisa bermuara pada konflik SARA yang sangat besar,” tegasnya (20/09/2023)

Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia mari bersatu bersama melawan kejahatan serta melawan ketidakadilan dan menolak relokasi masyarakat melayu pulau Galang-Rempang yang berasa di Kota Batam, karena hal ini jelas melanggar Hak Asasi Manusia.

Sebagaimana kita ketahui bahwa adanya rencana pembangunan Rempang Eco City tersebut mengancam kehidupan masyarakat melayu dipulau Rempang akan kehilangan ruang hidupnya yang dampaknya pada kerugian masyarakat sebab akan kehilangan usaha mereka maupun rumah tempat tinggal hingga 16 kampung adat di Rempang Galang, Kepulauan Riau terancam.

Sementara Warga Rempang dan Galang terdiri dari Suku Melayu, Suku Orang Laut dan Suku Orang Darat telah bermukim di pulau tersebut diperkirakan lebih satu abad, sejak tahun 1834 silam di bawah kerajaan Riau Lingga. Namun dengan adanya penetapan oleh pembangunan Rempang Eco City sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN), Masyarakat dipulau Rempang terancam hingga 7.000 – 10.000 (Tujuh ribu sampai sepuluh ribu jiwa), sebab pembangunan Rempang Eco City adalah proyek yang menjadikan sepenuhnya Pulau Rempang dan sebagian Pulau Galang dan Subangmas sebagai kawasan industri, perdagangan dan wisata yang terintegrasi sebagai upaya pemerintah mendorong peningkatan daya saing Indonesia dari Singapura dan malaysia. (Elwin)

Artikel ini telah dibaca 124 kali

Baca Lainnya

Bentuk Kepedulian Terhadap Warganya, Bupati Suhatri Bur Hadiri Takziah Almarhum Aldelia Korban Luka Bakar

29 Mei 2024 - 23:34 WIB

Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya, S.I.P., M.I.P., Aster Panglima TNI Tinjau Sumur Bor

29 Mei 2024 - 23:15 WIB

Kunker Tim Wasev TMMD Ke-120 TA. 2024 di wilayah Kodim 0823/Situbondo

29 Mei 2024 - 23:09 WIB

Belasan Unit Ruko Di jalan Tuasan Masih berdiri Kokoh Diduga Tidak Memilik PBG, Desak Walikota Medan Untuk Tinjau Lokasi Dan Minta Bongkar Bangunan Ruko

29 Mei 2024 - 16:55 WIB

Mewakili Generasi Muda, Dewan Eksekutif Daerah Rampai Nusantara Kabupaten Deli Serdang Tabulasi, Maju Bacalon Kepala Daerah

29 Mei 2024 - 16:47 WIB

Kajari Gowa Lantik Pejabat Baru, Ini Yang Disampaikan Dalam Sambutannya

28 Mei 2024 - 23:14 WIB

Trending di Berita