Menu

Mode Gelap

Berita · 13 Jan 2024 21:01 WIB

Membuka Cakrawala Ilmu: Diklat Wawasan Kebhinekaan Global untuk PPG Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2023


 Membuka Cakrawala Ilmu: Diklat Wawasan Kebhinekaan Global untuk PPG Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2023 Perbesar

Membuka Cakrawala Ilmu: Diklat Wawasan Kebhinekaan Global untuk PPG Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2023

Situbondo, Publikapost.com – Universitas Negeri Malang (UM) menggelar intelektual penuh warna dengan Diklat Wawasan Kebhinekaan Global (WKG) yang mengguncang mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2023, khususnya bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam, kelas 07 yang berlangsung di Gedung A20, Ruang 404, pada hari Jum’at kemarin, (12/01)

Diklat ini bukan hanya menjadi sebuah kegiatan wajib bagi mahasiswa PPG, tetapi juga suatu persembahan yang merayakan kearifan lokal, keberagaman, dan pemahaman mendalam terhadap dinamika global.

Dr. Muhammad Alfan, S.Pd., M.Pd., Ketua Program Studi PPG UM, menjelaskan bahwa WKG bukan hanya tentang keberagaman budaya, tetapi juga menggali potensi keberagaman sebagai kekayaan dalam dunia pendidikan yang semakin terhubung secara global.

“Ini adalah perjalanan intelektual yang menggugah, membangun kesadaran, dan menciptakan guru-guru masa depan yang cerdas dan terkoneksi dengan dunia,” kata Dr. Affan, Sabtu (13/01/2024)

Susunan acara yang terstruktur dengan apik dimulai dari persiapan peserta pada pukul 06.30 WIB hingga penutupan pada pukul 16.30 WIB.

Dr. Ridwan Joharmawan, M.Si, membuka tirai dengan membahas topik “Dunia yang Berwarna,” mengajak peserta untuk menjelajahi kekayaan budaya di seluruh dunia. Setiap sesi diklat diakhiri dengan refleksi bersama untuk meresapi makna dan pesan yang terkandung. Namun, yang membuat acara semakin memikat adalah sentuhan kreatif melalui integrasi permainan menyenangkan.

Dr. Alfan menjelaskan, “Kami memahami bahwa pembelajaran tidak hanya tentang penyampaian informasi, tetapi juga tentang pengalaman yang tak terlupakan. Oleh karena itu, kami menyematkan permainan yang tidak hanya mendalamkan pemahaman, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan.” terangnya.

Diklat ini juga didampingi oleh Prof. Dr. Parno, M.Si, CRA yang turut memandu mahasiswa pada sesi berikutnya. Melanjutkan dua topik yang telah diulas pada sesi sebelumnya, sesi ini diawali dengan membahas topik “Damai Dimulai dari Diri” yang fokus membahas tentang proses penerimaan diri sendiri secara apa adanya. Topik ini menekankan bahwa kedamaian tidak akan tercipta jika tidak dimulai dari diri sendiri.

Topik berikutnya bertajuk “Sekolahku Bhineka” yang juga masih berkaitan dengan topik-topik sebelumnya. Topik ini menunjukkan bahwa kita tidak dapat menghindari keragaman di sekolah dalam berbagai hal, seperti suku, etnis, budaya, status ekonomi dan sosial, serta banyak hal lainnya. Keragaman itu harus disertai dengan kedamaian yang ditumbuhkan dalam lingkungan sekolah. Hal ini ditegaskan dalam topik akhir dalam diklat ini, yakni “Sekolahku yang damai”.

Antusiasme peserta bertahan hingga mencapai puncaknya melalui ungkapan Dina, salah satu mahasiswa PPG Prajabatan 1 bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas 07.

“Saya sangat beruntung dapat mengikuti dan terlibat dalam pelaksanaan Wawasan Kebhinekaan Global. Tidak hanya memberikan wawasan mendalam mengenai keanekaragaman budaya global dan toleransi, tetapi juga menciptakan momen-momen menarik dan menyenangkan yang tak terlupakan.” ujarnya.

Dr. Muhammad Alfan menutup acara dengan harapan besar bahwa melalui diklat ini, calon guru tidak hanya menjadi pemaham keberagaman, tetapi juga duta-duta toleransi dan kecerdasan multikultural.

“Melalui kegiatan yang kompleks dalam diklat, besar harapan agar peserta WKG dapat mengajarkan hal yang sama kepada peserta didik ketika mengajar kelak,”pungkasnya.

Inilah langkah nyata UM dalam mempersiapkan calon guru untuk menghadapi masa depan yang semakin kompleks dan terkoneksi secara global.

Diklat WKG bukan hanya sekadar pelatihan formal,melainkan wahana membangun jembatan kecerdasan multikultural yang kokoh bagi pendidik masa depan. Sebuah persembahan yang merayakan keanekaragaman dan membuka cakrawala ilmu yang lebih luas. (Dee)

Artikel ini telah dibaca 64 kali

Baca Lainnya

Pelepasan Siswa Kelas VI SDN 5 Kendit Menampilkan Berbagai Kesenian dan Kebudayaan

15 Juni 2024 - 23:36 WIB

Puncak Bakti Sosial AKABRI 1994, Peringati 30 Tahun Pengabdian

15 Juni 2024 - 23:02 WIB

Kantor Camat Medan Area Terbakar, FAM Minta Usut Terjadinya Kebakaran Dikantor Camat

15 Juni 2024 - 19:06 WIB

Melalui Kirab Budaya Nusantara, SDN 5 Kendit Wujudkan Generasi Milenial Berkarakter Dan Memiliki Budaya Nusantara

15 Juni 2024 - 18:00 WIB

Kepala Sekolah SMP Methodist 9 Dipanggil Dinas Pendidikan Kota Medan Terkait Penyalahgunaan Dana Bos

15 Juni 2024 - 12:18 WIB

Penjelasan Bupati Padang Pariaman Atas Pandangan Umum Fraksi Terhadap Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2023 

14 Juni 2024 - 23:48 WIB

Trending di Berita