Menu

Mode Gelap

Berita · 26 Jul 2023 07:54 WIB

Nuki Hestia, Resmi Jadi Ketua Pengurus Daerah FSP Kerah Biru-SPSI Jawa Barat


 Nuki Hestia Ketua Pengurus Daerah FSP Kerah Biru-SPSI Jawa Barat Perbesar

Nuki Hestia Ketua Pengurus Daerah FSP Kerah Biru-SPSI Jawa Barat

Bandung, Publikapost.com – Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Kerah Biru-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP KB-SPSI) Propinsi Jawa Barat, resmi terbentuk. Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Umum FSP KB-SPSI Saefpuloh , kepada media di Jakarta, Rabu(25/07/2023).

Terbentuknya Pengurus Daerah FSP KB-SPSI Propinsi Jawa Barat menambah jumlah Kepengurusan Daerah FSP KB-SPSI yang terus berbenah dalam pengembangan organisasi ke daerah.

“Suatu perkembangan yang positif dan menarik, karena Pengurus Daerah FSP KB-SPSI Jawa Barat ini diketuai oleh seorang perempuan, yakni Ibu Hj.Nuki Hestia, S.Pd. Ini menunjukkan perubahan yang terjadi dalam dunia pekerjaan dan kesadaran akan pentingnya inklusi gender dalam kepemimpinan” tegas Saefpuloh.

Hj.Nuki Hestia adalah seorang aktivis yang telah malang melintang berkecimpung dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi. Selain aktif dalam memberikan pelatihan pada pekerja informal dalam Bidang Keahlian Tata Rias Pengantin, Handycraft , Tata Busana ( Menjahit) Spa & Penguji pendidik kependidikan informal, selain itu juga aktif dalam pelatihan pekerja disabilitas di daerah Dago, Bandung.

Kepada media, Hj.Nuki Hestia mengatakan akan berusaha memberi yang terbaik bagi kemajuan organisasi Serikat Pekerja Kerah Biru yang secara umum lebih berfokus pada sektor informal. Menurut Nuki, kehadiran FSP KB-SPSI di Jawa Barat akan menjadi wadah yang memperjuangkan kesejahteraan para pekerja anggotanya.

“Pekerja itu perlu akses, pekerja itu perlu peningkatan kapasitas, peningkatan kompetensi, dan Jaminan sosial. Tentu dengan kolaborasi dan elaborasi dengan berbagai Lembaga-lembaga kursus pelatihan, pemerintah maupun pengusaha, tentu akan memberikan jalan bagi pekerja itu sendiri untuk dapat meningkatkan kemapuan dirinya dan kesejahteraan keluarganya.” ungkapnya.

Nuki juga sangat mengapresiasi Pengurus Pusat FSP KB-SPSI yang diketuai oleh Royanto Purba, dimana FSP KB-SPSI memandang penting untuk mendorong inklusi gender di berbagai sektor dan tingkatan kepemimpinan.

“Ketika perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mengambil peran kepemimpinan, akan membantu menciptakan masyarakat dan tempat kerja yang lebih inklusif, beragam dan adil.” ujar Nuki.

Sementara itu Royanto Purba, Ketua Umum FSP KB-SPSI sangat mengapresiasi pembentukan PD FSP KB-SPSI Jawa Barat ini. Menurutnya kesetaraan gender dalam dunia ketenagakerjaan adalah prinsip yang menekankan pada pemberian kesempatan, perlakuan, dan akses yang sama bagi pria dan wanita di lingkungan kerja. Prinsip ini berusaha untuk mengatasi diskriminasi gender dan mendorong partisipasi aktif serta setara dari kedua jenis kelamin dalam berbagai sektor industri dan tingkatan pekerjaan. Meskipun kemajuan telah dicapai dalam beberapa dekade terakhir, ketimpangan gender masih merupakan masalah serius di banyak tempat.

Ketua Umum FSP KB-SPSI tersebut berharap kedepan PD FSP KB-SPSI Jawa Barat bisa menjadi role mode dalam perkembangan organisasi yang menunjukkan inkusifitas gender.

“Saya menitip pesan kepada saudari Nuki agar terus mengembangkan pendidikan dan pelatihan untuk memastikan bahwa pria dan wanita memiliki akses yang sama terhadap pendidikan dan pelatihan di berbagai bidang industri. Memastikan kesetaraan akses pada tahap awal akan membantu mengatasi ketimpangan gender di tempat kerja di masa depan.” tegas Royanto

Lebih lanjut Royanto mengataka bahwa diskriminasi gender harus dihilangkan dari proses rekrutmen, promosi, dan penggajian. Pemilihan karyawan harus didasarkan pada kualifikasi dan keahlian, bukan pada gender. Selain itu mengenai upah juga harus adil dan setara untuk pekerjaan dengan tingkat tanggung jawab dan kualifikasi yang sama, tidak peduli jenis kelamin karyawan tersebut.

Kerah Biru juga mendorong setiap pengurus di semua tingkatan pengurus untuk mengembangkan program fleksibilitas kerja dan dukungan untuk keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi penting bagi pria dan wanita. Inisiatif seperti cuti orang tua yang adil dan dukungan untuk perawatan anak dapat membantu mencapai kesetaraan gender.

Menurut Royanto, penting untuk mendorong lebih banyak perempuan untuk mengejar karir dan memperoleh posisi kepemimpinan di berbagai sektor. Memastikan keberagaman gender di level manajemen dan kepemimpinan adalah langkah penting menuju kesetaraan gender. Hal lain tentunya tindakan tegas harus diambil untuk melawan pelecehan dan kekerasan seksual di tempat kerja, menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi semua karyawan.

“Kesetaraan gender dalam dunia ketenagakerjaan bukan hanya menguntungkan individu-individu secara pribadi, tetapi juga memberikan manfaat bagi perusahaan dan masyarakat secara keseluruhan. Dengan menerapkan prinsip kesetaraan gender, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif, produktif, dan berkeadilan bagi semua karyawan.” tutupnya. (Elwin)

Artikel ini telah dibaca 81 kali

Baca Lainnya

Bentuk Kepedulian Terhadap Warganya, Bupati Suhatri Bur Hadiri Takziah Almarhum Aldelia Korban Luka Bakar

29 Mei 2024 - 23:34 WIB

Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya, S.I.P., M.I.P., Aster Panglima TNI Tinjau Sumur Bor

29 Mei 2024 - 23:15 WIB

Kunker Tim Wasev TMMD Ke-120 TA. 2024 di wilayah Kodim 0823/Situbondo

29 Mei 2024 - 23:09 WIB

Belasan Unit Ruko Di jalan Tuasan Masih berdiri Kokoh Diduga Tidak Memilik PBG, Desak Walikota Medan Untuk Tinjau Lokasi Dan Minta Bongkar Bangunan Ruko

29 Mei 2024 - 16:55 WIB

Mewakili Generasi Muda, Dewan Eksekutif Daerah Rampai Nusantara Kabupaten Deli Serdang Tabulasi, Maju Bacalon Kepala Daerah

29 Mei 2024 - 16:47 WIB

Kajari Gowa Lantik Pejabat Baru, Ini Yang Disampaikan Dalam Sambutannya

28 Mei 2024 - 23:14 WIB

Trending di Berita