Menu

Mode Gelap

Berita · 14 Agu 2023 23:30 WIB

Polda Metro Jaya Ungkap Manipulasi Data Nasabah Bank


 Konferensi Pers Pengungkapan Manipulasi Data Bank Perbesar

Konferensi Pers Pengungkapan Manipulasi Data Bank

Jakarta , Publikapost.com – Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berhasil menangkap seorang pelaku karena melakukan transmisi atau manipulasi data nasabah Bank BCA.

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan pelaku MRGP (28) telah melakukan transmisi atau manipulasi data nasabah Bank BCA berhasil ditangkap di rumahnya jalan Tebet Barat Dalam II-B No.26, Tebet, Jakarta Selatan, pada 08 Agustus 2023.

“Tersangka pemilik akun dari Website Breachforums dengan nama PENTAGRAM menjual data yang diklaim sebagai data kartu kredit nasabah Bank BCA. Tujuan tersangka mengklaim data kartu kredit nasabah BCA dijual, agar jumlah postingan bertambah,” ucap Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak di Polda Metro Jaya, Senin (14/08/23).

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya melanjutkan tersangka tidak memiliki data kartu kredit milik bank BCA dan hanya menampilkan data-data nasabah pinjaman online.

“Data-data tersebut diperoleh tersangka pada saat bekerja di Kantor pinjaman online dalam kurun waktu tahun 2017 sampai 2021,” lanjutnya.

Semantara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trinoyudo. S.I.K menerangkan Kejadian Berawal pada bulan Juli 2023 ditemukan postingan di Breachforums.is website dimana terdapat postingan yang memperjualbelikan data kartu kredit nasabah Bank BCA, data MyBCA dan data Internet Banking Individual.

“Ditemukan akun di Breachforums.is dengan nama Pentagram beserta akun lainnya yang mengklaim bahwa data-data yang diperjualbelikan tersebut merupakan data milik nasabah Bank BCA. Pemilik akun tersebut menampilkan screenshot aplikasi atau web MyBCA, Internet Banking Individu dan tautan webform.bca.co.id yang merupakan sarana bagi calon nasabah kartu kredit Bank BCA untuk pengajuan kartu kredit baru,” terangnya

Kabid Humas Polda Metro Jaya menjelaskan sumber data tersebut diduga berasal dari nasabah baik secara sadar maupun tidak sadar melalui Pinjaman Online, Judi Online ataupun modus Social Engineering.

“Tersangka mendapatkan data-data nasabah bank BCA bukan dari membobol data perbankan milik Bank BCA, melainkan tersangka mencuri data milik Website Judi Online pada tahun 2021 sampai dengan bulan September 2022 di Kamboja. Tersangka dikenakan Pasal 32 Jo Pasal 48 dan atau Pasal 35 jo Pasal 51 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Infomasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman penjara 8 tahun,” jelasnya.(Nfn/Phay)

Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Polisi Ungkap Rentetan Kasus Pelaku Begal Casis Bintara Polri

22 Mei 2024 - 22:14 WIB

Dua Buronan Beda Propinsi Diamankan Oleh Tim Tabur Intelejen  Kejati Sulsel, Kajati Agus Salim Beri Apresiasi

22 Mei 2024 - 20:34 WIB

Mafia Tanah Merampas Hak Milik Atas Tanah Warisan Suku Jambak

22 Mei 2024 - 19:11 WIB

Pengukuhan dan Pelantikan DPC IWAPI Padang Pariaman Periode 2024-2029

22 Mei 2024 - 19:06 WIB

Aksi Unjuk Rasa Menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran Bergema di Seluruh Negeri

22 Mei 2024 - 19:01 WIB

Tolak Revisi UU Penyiaran : Perlawanan untuk Kebebasan Pers Wartawan Bersatu Banjarnegara menggelar aksi damai

22 Mei 2024 - 18:54 WIB

Trending di Berita