Menu

Mode Gelap

Berita · 8 Agu 2023 15:35 WIB

Polda Sumut Ajak Stekeholder dan Pemangku Kepentingan Berkolaborasi Jaga Inflasi dan Stabilitas Ekonomi


 Polda Sumut Ajak Stekeholder dan Pemangku Kepentingan Berkolaborasi  Jaga Inflasi dan Stabilitas Ekonomi Perbesar

Medan, publikapost.com – Kapolda Sumatera Utara (Sumut), Irjen Agung Setya Imam Effendi mengajak para Stakeholder untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam mengendalikan inflasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumut.

Pertemuan ringan yang dilakukan di Swasana Caffee tersebut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut, Wira Kusuma, Kepala Kanwil Bea Cukai Sumut, Parjiya, serta Kepala Devisi Imigrasi Sumut, Ignatius Purwanto.

Menurut Agung, pertumbuhan Ekonomi Sumut pada Triwulan II 2023 yang tumbuh diatas Nasional, sebesar 5.19 Persen merupakan progres yang cukup baik, harus terus ditingkatkan dan dijaga kestabilannya.

“Tentu kita ingin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, salah satu faktor pendorongnya itu kondisi sosial budaya termasuk juga keamanan. Kami ingin memberikan kontribusi keamanan yang lebih baik dan konkrit di lapangan, agar kita bisa membuka simpul yang tersumbat,” ujarnya, Selasa (08/08/2023).

Dikatakannya, percepatan pertumbuhan ekonomi akan memberikan manfaat lebih bagi Masyarakat Sumut, baik dalam konteks kesejahteraan, pendapatan per kapita, serta berkurangnya angka pengangguran.

“Pengangguran kita berjumlah 1.2 Juta Jiwa harus kita dorong, dimana 914.000 Jiwa diantaranya merupakan pengangguran terbuka. Tentu kita bersama-sama harus membantu membuka lapangan pekerjaan yang baru,” sebutnya.

Untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, serta kestabilan inflasi di Provinsi Sumut, disampaikan Agung, sejumlah Pemangku Kepentingan harus berkolaborasi, disiplin, fiskal, dan moneter.

“Karena kita (Polda, BI, Beacukai, Imigrasi) semua pelaksana di lapangan. Konkretnya kita akan mengidentifikasi dari sektor keuangan, kemudian target impor kita Satu Triliun Setahun harus kita jaga agar barang impor tersebut memang berguna, dan lebih penting ekspor harus lebih tinggi dari pada impor,” ucapnya.

Terkait fenomena alam elnino yang terjadi di sejumlah belahan dunia dan mengancam perekonomian global dan inflasi, pihaknya yang juga tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan melihat situasi dan bersinergi untuk mengantisipasi dampaknya.

“Kita ada Tim TPID termasuk saya dan anggota lainnya. Tentu kita ada mekanisme untuk menangani inflasi yang berbeda dengan daerah lain. Saya akan pelajari lebih dulu karena saya masih orang baru untuk melihat seperti apa langkah-langkah yang sudah dirumuskan. Kita ingin objektif turun ke lapangan, lebih diutamakan, kita bukan slogan tapi objektif untuk memecahkan sejumlah permasalahan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut, Wira Kusuma menyampaikan, bahwa fenomena elnino yang terjadi di Sumut tergolong lebih rendah dibandingkan daerah lainnya di Indonesia.

“Inflasi sekarang 2.54 persen, sudah menurun dari 6.22 persen di Tahun 2022, ada faktor resiko elnino, demikian kalau kami lihat data-data dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia ini. Sumut termasuk rendah elnino nya,” sebutnya.

Namun demikian, pihaknya dan Tim TPID serta Pemerintah Daerah berkerjasama dalam mengantisipasi dampak dari fenomena elnino.

“Antisipasi tetap harus kita lakukan dengan kerjasama Tim Pengendali Inflasi Daerah yang juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi, seperti pembuatan imigrasi dan lainnya,” pungkasnya. (William)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Melakukan Perlawanan, 1 Dari 5 Pelaku Begal Casis Bintara Polri Ditembak Polisi

22 Mei 2024 - 22:14 WIB

Dua Buronan Beda Propinsi Diamankan Oleh Tim Tabur Intelejen  Kejati Sulsel, Kajati Agus Salim Beri Apresiasi

22 Mei 2024 - 20:34 WIB

Mafia Tanah Merampas Hak Milik Atas Tanah Warisan Suku Jambak

22 Mei 2024 - 19:11 WIB

Pengukuhan dan Pelantikan DPC IWAPI Padang Pariaman Periode 2024-2029

22 Mei 2024 - 19:06 WIB

Aksi Unjuk Rasa Menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran Bergema di Seluruh Negeri

22 Mei 2024 - 19:01 WIB

Tolak Revisi UU Penyiaran : Perlawanan untuk Kebebasan Pers Wartawan Bersatu Banjarnegara menggelar aksi damai

22 Mei 2024 - 18:54 WIB

Trending di Berita