Menu

Mode Gelap

Berita · 12 Jan 2024 10:10 WIB

Sebuah Kisah Inspiratif Petani Kopi Situbondo, Sulit Dapat Pupuk Subsidi, Kini Sudah Mencapai 80 Persen Organik


 Sebuah Kisah Inspiratif Petani Kopi Situbondo, Sulit Dapat Pupuk Subsidi, Kini Sudah Mencapai 80 Persen Organik Perbesar

Sebuah Kisah Inspiratif Petani Kopi Situbondo, Sulit Dapat Pupuk Subsidi, Kini Sudah Mencapai 80 Persen Organik

Situbondo, Publikapost.com – Terkait pengurangan alokasi pupuk subsidi secara nasional oleh Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia memberi dampak signifikan ke berbagai wilayah. Salah satunya wilayah yang terpengaruh adalah Situbondo Kota Santri Pancasila.

Mayoritas petani di wilayah dengan garis pantai terpanjang kedua di Indonesia itu mengaku sulit memperoleh pupuk subsidi. Terlebih, kini mayoritas petani mulai memasuki masa tanam (MT) I tahun 2024.

Melansir Keputusan Bupati Situbondo nomor 188/336/P/001.3/2023 tentang penetapan alokasi pupuk subsidi tahun 2024, terdapat pengurangan alokasi cukup besar.

Dari dokumen tersebut diketahui, jumlah alokasi pupuk subsidi tahun 2024 Kabupaten Situbondo ditetapkan adalah 17.522 ton untuk Pupuk Urea dan 11.830 ton untuk Pupuk NPK Phonska.

Terdapat pengurangan 42,79 persen dari sebelumnya 30.626 Ton pupuk Urea di tahun 2023. Sementara alokasi pupuk NPK Phonska mengalami penurunan 43,32 persen dari sebelumnya 20.889 Ton.

Kendati demikian, ada beberapa kelompok tani yang mengaku tidak terlalu terdampak oleh pengurangan pupuk subsidi tahun ini. Hal itu dirasakan salah satunya oleh Kelompok Tani Kopi Argopuro Walida, Sumbermalang, Situbondo, Jawa Timur.

Perwakilan kelompok tani kopi Argopuro, Ahmad Muhlisin menjelaskan, hal itu terjadi berkat keberhasilan edukasi pupuk organik di wilayah tanam setempat.

“Kelangkaan pupuk awalnya sangat berdampak kepada petani. Namun, kita sudah mengedukasi petani kopi untuk membuat pupuk organik dan alhamdulillah sudah 80 persen lahan petani kopi sudah organik,” jelasnya, Jum’at (12/01/2024).

Muhlis, begitu sapaan akrabnya, menjelaskan, keberhasilan konversi 80 persen lahan kopi menjadi organik tidak lepas dari edukasi yang dilakukan setiap hari sejak November 2023.

Melansir catatan TIMES Indonesia, terdapat sekitar 460 orang petani kopi aktif di wilayah lereng pegunungan Argopuro, Kecamatan Sumbermalang, Situbondo.

“Kita lakukan sosialisasi dan edukasi pembuatan pupuk organik dengan metode fermentasi. Kotoran ternak kita ubah menjadi pupuk organik dan alhamdulillah hingga hari ini sudah lebih dari 15.000 karung pupuk organik kita salurkan,” jelasnya.

Peralihan ke pupuk organik itu, kata Muhlis, membuat hasil panen jadi jauh lebih baik dan melimpah. Bahan baku sederhana dan tergolong murah, yaitu kotoran ternak juga memberikan efisiensi biaya produksi.

“Ada peningkatan dari hasil panen kopi yang sudah beralih ke organik. Baik secara kuantitas maupun kualitas,” kata Muhlis.

Alumni Institut Pertanian Bogor itu juga menambahkan, pemanfaatan pupuk organik di lahan kopi warga lereng pegunungan Argopuro membuat pembungaan kopi jadi lebih merata.

“Di bulan Desember kemarin kita coba ambil aerial view untuk melihat pembungaan kopi. Hasilnya luar biasa, pembungaannya merata,” jelasnya.

Dengan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Ahmad Muhlisin dan Petani Kopi Argopuro menunjukkan bahwa perubahan bisa dilakukan dari langkah kecil.

“Awalnya hanya 5 persen dari total lahan petani kopi yang organik. Sejak pupuk mulai langka, sekarang sudah menyentuh 80 persen dan alhamdulillah hasil dan kualitas tidak terpengaruh. Malahan makin bagus,” pungkasnya. (Dee)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

Baca Lainnya

Bupati Suhatri Bur Lepas Kontingen O2SN dan FLS2N Kabupaten Padang Pariaman

23 Juni 2024 - 21:26 WIB

Ormas GRIB Jaya Terus Berbenah Untuk Masyarakat Sumbar

23 Juni 2024 - 17:51 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-78, Ratusan Gen Z di Situbondo Ikuti Turnamen E Sport

22 Juni 2024 - 18:10 WIB

KPU Selenggarakan Bimtek Untuk PPS Se-Kabupaten Padang Pariaman

22 Juni 2024 - 13:42 WIB

Untuk Mencegah Terjadinya Pungli Inspektorat Perketat Pengawasan PPDB

22 Juni 2024 - 09:59 WIB

Polisi Ringkus 4 Tersangka Sindikat Pemalsuan Uang Rupiah Senilai 22 Miliar

22 Juni 2024 - 01:36 WIB

Trending di Berita